Memasang furing pada tas rajut merupakan langkah krusial untuk meningkatkan fungsionalitas dan daya tahan hasil karya rajutan Anda. Tanpa lapisan dalam, struktur rajutan yang lentur akan mudah melar saat dibebani barang bawaan, dan barang-barang kecil berisiko terselip di antara celah tusukan benang. Proses pemasangan furing yang rapi membutuhkan ketelitian mulai dari pemilihan bahan kain yang stabil, pengukuran dimensi bagian dalam tas secara presisi, hingga teknik menjahit tangan yang tidak merusak serat benang rajut. Dengan menerapkan metode yang tepat, tas rajut tidak hanya tampil lebih profesional dan kokoh, tetapi juga terlindungi dari gesekan benda tajam di dalamnya.
Persiapan Alat dan Bahan untuk Furing Tas Rajut
Sebelum memulai proses menjahit, langkah awal yang sangat menentukan hasil akhir adalah memilih jenis kain furing yang selaras dengan karakteristik tas rajut Anda. Kain katun (cotton) merupakan pilihan utama karena memiliki serat yang rapat, tidak mulur (non-stretch), dan mudah dibentuk. Jika Anda menginginkan tampilan yang lebih mewah, kain satin atau furing jenis pelapis tipis lainnya bisa digunakan, meskipun membutuhkan ketelitian ekstra saat dipotong karena permukaannya yang licin. Hindari menggunakan kain yang terlalu tebal atau kaku untuk tas rajut berbahan benang halus, karena dapat membuat tas terlihat menggembung tidak alami dan merusak siluet rajutan asli.
Kesesuaian antara jarum, benang jahit, dan benang rajut juga harus diverifikasi sebelum Anda mulai menjahit. Gunakan jarum jahit tangan yang tajam dan berukuran sedang hingga kecil agar dapat menembus sela-sela tusukan rajut tanpa membelah atau merusak serat benang rajut (seperti benang katun bali, polyester, atau akrilik). Benang jahit yang digunakan sebaiknya memiliki warna yang senada dengan warna dominan tas rajut atau warna kain furing agar bekas jahitan tidak terlihat mencolok dari luar. Untuk memastikan kekuatan sambungan, Anda dapat melakukan uji coba jahitan kecil pada sampel rajutan sisa guna memverifikasi apakah ketegangan benang jahit sudah pas dan tidak menyebabkan kerutan pada kain furing.
Produk yang disebutkan dalam panduan ini
307 penilaian di Lazada
paket sudah saya Terima, bagus banget... jahitan rapi, sesuai dng permintaan , pokoknya aku puas belanja di sini, sebetulnya aku mau pesen yβ¦Baca ulasan lengkapTampilkan lebih sedikit
paket sudah saya Terima, bagus banget... jahitan rapi, sesuai dng permintaan , pokoknya aku puas belanja di sini, sebetulnya aku mau pesen yg warna coklat tp habis. mksh semuanya sukses selalu.
bagus banget. bahan ringan tp kokoh. jahitan rapi. real pict d dlm ada 1 saku dg resleting dan 2 saku tanpa resleting.
paket telah diterima dg baik. produk sesuai pesanan, bagus esuai deskripsi. terimakasih
Barang datang sesuai yang dipesan. Semoga cocok untuk dibuatkan tas rajut ukurannya...
424 penilaian di Lazada
paket sudah sampai 2 hari yang lalu, maaf baru kasih ulasan karna lupa, barang bagus sesui pesanan, dan ukurannya juga pas sesuai keinginan,β¦Baca ulasan lengkapTampilkan lebih sedikit
paket sudah sampai 2 hari yang lalu, maaf baru kasih ulasan karna lupa, barang bagus sesui pesanan, dan ukurannya juga pas sesuai keinginan, terima kasih seller dan lazadaππ
sesuai pesanan. ukuran sesuai deskripsi. ruang lega, bisa muat beberapa barang. jahitan lumayan rapi. praktis tinggal dirajut/dironce bagianβ¦Baca ulasan lengkapTampilkan lebih sedikit
sesuai pesanan. ukuran sesuai deskripsi. ruang lega, bisa muat beberapa barang. jahitan lumayan rapi. praktis tinggal dirajut/dironce bagian luarnya.
inner nya bagus tapi kantong d dalam nya kurang rapi tolong dong buatan nya d perbaiki lg agar lebih rapih lg
inner tas nya cantik, jahitan nya rapih. warna sesuai pesanan. puas banget belanja disini..
realpict, bagus untuk tas rajutanku... semoga sll amanah ya... terima kasih
20 penilaian di Lazada
alhamdulillah pesenan dtg dg selamat lancar dan aman, bagus
Mudah dibersihkan dan dirawat
sudah sampai teimakasih
sudah sampai trim yah
Harga dapat berubah. Lihat halaman produk untuk harga terbaru.
Selain bahan utama tersebut, siapkan pula alat bantu potong dan ukur yang memadai untuk menjaga presisi dimensi. Pita ukur fleksibel sangat dibutuhkan untuk mengikuti lekukan bagian dalam tas rajut yang sering kali tidak sepenuhnya datar. Siapkan juga gunting kain yang tajam untuk menghasilkan potongan tepi kain yang bersih tanpa serat yang terurai. Untuk menahan posisi kain furing sebelum dijahit permanen, gunakan peniti kecil atau klip jahit khusus; hindari penggunaan jarum pentul berukuran besar yang berisiko merusak struktur tusukan rajut atau tersangkut pada serat benang yang longgar.
Cara Mengukur dan Memotong Kain Furing dengan Tepat
Mengukur dimensi internal tas rajut membutuhkan pendekatan yang sedikit berbeda dibandingkan dengan mengukur tas berbahan kain biasa. Karena sifat rajutan yang elastis, letakkan tas rajut di atas permukaan yang rata tanpa ditarik atau diregangkan secara berlebihan. Ukur lebar bagian dalam tas dari sisi kiri ke sisi kanan, serta tinggi tas dari dasar hingga batas mulut tas yang direncanakan untuk pemasangan furing. Jika tas rajut Anda memiliki volume atau ketebalan pada bagian bawahnya, ukur pula lebar alas tas tersebut secara terpisah untuk memastikan furing dapat mengisi seluruh ruang dalam dengan sempurna tanpa menyisakan ruang kosong yang menggantung.

Setelah mendapatkan ukuran bersih dari dimensi dalam tas, Anda wajib menambahkan kampuh jahitan (seam allowance) pada setiap sisi potongan kain furing. Tambahkan jarak sekitar 1,5 sentimeter hingga 2 sentimeter pada sisi kiri, kanan, dan bawah sebagai batas jahitan mesin atau tangan. Untuk bagian atas atau mulut furing, berikan tambahan kampuh yang lebih lebar, yaitu sekitar 2 sentimeter hingga 3 sentimeter, karena bagian ini akan dilipat ke dalam untuk menciptakan tepi yang rapi dan kuat sebelum disatukan dengan bibir tas rajut. Kegagalan menambahkan kampuh yang cukup akan membuat furing terlalu sempit, sehingga menarik rajutan ke dalam dan merusak bentuk estetis tas.
Bentuk potongan kain furing harus disesuaikan secara saksama dengan geometri dasar tas rajut Anda. Untuk tas rajut berbentuk persegi atau datar (flat bag), Anda hanya memerlukan dua lembar potongan kain berbentuk persegi panjang yang identik. Namun, jika tas rajut memiliki alas yang membulat atau berbentuk oval, Anda perlu membuat pola furing yang terdiri dari bagian badan berbentuk silinder dan bagian alas yang sesuai dengan bentuk lingkaran atau oval tersebut. Memaksakan furing datar pada tas rajut bervolume akan menyebabkan sudut-sudut tas rajut menjadi kosong dan furing cepat robek akibat tekanan barang bawaan yang tidak tertopang dengan baik.
Langkah-Langkah Menjahit Furing ke Dalam Tas Rajut
Proses menyatukan furing dengan tas rajut harus dilakukan secara sistematis agar tidak terjadi pergeseran posisi yang membuat hasil akhir tampak miring. Sebelum memotong dan menjahit, pastikan kain furing telah disetrika hingga benar-benar halus dan bebas dari kerutan. Kerutan pada kain furing dapat memicu kesalahan pengukuran dan menyebabkan furing terpasang terlalu ketat di beberapa bagian setelah disetrika kemudian hari. Tandai bagian baik (sisi luar kain yang bermotif atau halus) dan bagian buruk (sisi dalam) menggunakan kapur jahit agar Anda tidak keliru saat menyusun lembaran kain.
Satu prinsip utama yang tidak boleh diabaikan adalah menjahit kantong furing secara terpisah hingga menjadi wadah yang utuh sebelum dimasukkan ke dalam tas rajut. Menjahit furing langsung pada tas rajut lembar demi lembar sangat tidak disarankan karena akan menghasilkan jahitan yang tidak rapi, merusak struktur rajutan, dan menyulitkan proses penyembunyian sisa kampuh kain. Dengan membentuk kantong furing terlebih dahulu, seluruh sisa potongan kain dan jahitan kasar akan tersembunyi dengan rapi di bagian dalam (di antara kain furing dan dinding rajutan), sehingga bagian dalam tas Anda akan terlihat bersih dan profesional saat dibuka.
Membentuk Kantong Furing
Untuk mulai membentuk kantong furing, satukan dua lembar potongan kain furing dengan posisi bagian baik saling berhadapan (right sides together). Jahit sepanjang sisi kiri, kanan, dan bawah menggunakan mesin jahit dengan setelan tusukan rapat, atau gunakan tusuk balik (backstitch) yang kuat jika Anda menjahit secara manual dengan tangan. Pastikan jahitan terkunci dengan kuat di setiap ujungnya agar tidak mudah terurai saat tas digunakan untuk membawa beban sehari-hari.
Jika tas rajut Anda memiliki dasar yang datar dan bervolume, Anda perlu membuat sudut dasar kotak (box corner) pada kantong furing tersebut. Caranya, cubit sudut bawah kantong furing hingga jahitan samping bertemu dengan jahitan bawah, membentuk sudut segitiga siku-siku. Ukur lebar alas tas rajut Anda, lalu buat garis lurus melintasi sudut segitiga tersebut sesuai dengan ukuran lebar alas yang telah diukur. Jahit sepanjang garis tersebut, lalu potong sisa kain segitiga dengan menyisakan kampuh sekitar 1 sentimeter untuk merapikan bentuk dasar kantong furing agar pas dengan ruang dalam tas rajut.
Setelah seluruh sisi samping dan bawah terjahit dengan kokoh, biarkan bagian atas kantong furing tetap terbuka. Lipat kampuh bagian atas kantong furing ke arah luar (ke arah bagian buruk kain) sebesar 2 sentimeter, lalu setrika lipatan tersebut agar menghasilkan garis lipatan yang tajam dan konsisten di sekeliling mulut kantong. Lipatan yang rapi ini nantinya akan menjadi batas atas furing yang akan ditempelkan tepat di bawah bibir tas rajut, sehingga tidak ada serat kain mentah yang terlihat dari luar.
Memasang dan Menjahit Tepi Furing ke Mulut Tas
Langkah berikutnya adalah memasukkan kantong furing yang telah terbentuk ke dalam tas rajut yang sudah jadi. Pastikan posisi tas rajut berada dalam kondisi bagian baik menghadap ke luar, sedangkan kantong furing dimasukkan dengan bagian buruk menghadap ke dinding dalam rajutan (sehingga bagian baik furing menghadap ke arah dalam tas). Dorong sudut-sudut bawah kantong furing hingga benar-benar menyentuh dan mengisi sudut-sudut dasar tas rajut secara presisi, pastikan tidak ada kain yang melintir atau menumpuk di bagian dasar tas.
Setelah posisi dasar furing terpasang dengan pas, rapikan bagian atas furing dan sejajarkan lipatan atas furing sekitar 0,5 sentimeter di bawah tepi paling atas (mulut) tas rajut. Penempatan ini bertujuan agar kain furing tidak menyembul keluar saat tas ditutup atau digunakan. Gunakan klip jahit atau peniti kecil di sekeliling mulut tas untuk menahan posisi furing agar tidak bergeser selama proses menjahit tangan berlangsung. Pastikan jarak antara lipatan furing dan tepi rajutan tetap konsisten di seluruh keliling mulut tas.
Untuk menyatukan furing dengan tas rajut, gunakan teknik tusuk slip (tusuk balut) menggunakan jarum jahit tangan dan benang jahit yang senada. Tusukkan jarum secara perlahan melalui lipatan kain furing, lalu kaitkan sedikit serat benang rajut di bagian dalam tas tanpa menembus hingga ke sisi luar tas rajut. Tarik benang dengan ketegangan yang sedang; jahitan yang terlalu kencang akan membuat rajutan berkerut dan merusak bentuk mulut tas, sedangkan jahitan yang terlalu longgar akan membuat furing cepat lepas. Lakukan langkah ini dengan sabar di sekeliling mulut tas, pastikan setiap tusukan berjarak rapat dan konsisten untuk kekuatan maksimal.
Jika tas rajut Anda dilengkapi dengan tali pegangan yang dijahit langsung ke mulut tas atau memiliki lubang untuk kancing magnet, lakukan penyesuaian jahitan di area tersebut. Jahit furing mengitari pangkal tali pegangan dengan rapi agar sambungan tali tetap kuat dan tidak terhalang oleh kain furing. Apabila Anda menggunakan kancing magnet tipe pasang jepit, pasang kancing tersebut pada kain furing (dengan tambahan kain keras/stabilizer di bagian belakang furing agar kain tidak robek) sebelum kantong furing dimasukkan dan dijahit ke mulut tas rajut.
Tips Merapikan Hasil Jahitan dan Merawat Tas
Setelah seluruh proses menjahit selesai, lakukan langkah perapian untuk memastikan tas rajut Anda siap digunakan dengan optimal. Setrika bagian dalam tas rajut dengan hati-hati untuk meratakan lipatan furing dan jahitan yang mungkin sedikit berkerut. Jika tas rajut Anda terbuat dari benang sintetis seperti akrilik atau polyester, sangat penting untuk menggunakan suhu setrika yang rendah dan melapisi bagian atas kain dengan selembar kain pelindung katun tipis (pressing cloth) saat menyetrika; panas langsung dari setrika dapat melelehkan atau merusak tekstur benang rajut sintetis tersebut.
Lakukan pengecekan akhir terhadap ketegangan benang jahit dengan cara meregangkan mulut tas rajut secara perlahan. Pastikan jahitan tangan Anda memiliki fleksibilitas yang cukup untuk mengikuti sedikit kelenturan alami dari rajutan tanpa menyebabkan benang jahit putus. Jika Anda menemukan bagian jahitan yang terlalu tegang hingga menarik rajutan menjadi berkerut, segera lepas beberapa tusukan di area tersebut dan jahit kembali dengan ketegangan yang lebih longgar dan merata.
Untuk perawatan jangka panjang, tas rajut yang dilengkapi furing sebaiknya dicuci secara manual menggunakan tangan (hand wash) guna menjaga keawetan serat benang dan jahitan furing. Larutkan detergen lembut dalam air bersuhu ruang, lalu rendam dan remas tas secara perlahan tanpa mengucek atau memerasnya dengan keras. Hindari penggunaan mesin cuci dan mesin pengering otomatis karena putaran mesin dapat merusak struktur rajutan dan membuat kain furing menyusut secara tidak seimbang. Setelah dibilas bersih, tekan tas menggunakan handuk kering untuk menyerap sisa air, lalu jemur dengan posisi mendatar (dry flat) di tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah semua jenis tas rajut wajib diberi furing?
Pemasangan furing tidak selalu wajib untuk semua jenis tas rajut, namun sangat direkomendasikan tergantung pada fungsi dan jenis tusukan rajut yang digunakan. Untuk tas dekoratif berukuran kecil seperti dompet koin atau tas belanja jaring (net bag) yang ditujukan untuk membawa barang besar, furing bisa diabaikan agar kelenturan alami rajutan tetap terjaga. Sebaliknya, untuk tas sehari-hari yang digunakan untuk membawa barang-barang pribadi berukuran kecil seperti kunci, pulpen, atau kosmetik, pemasangan furing sangat penting untuk mencegah barang terjatuh melalui celah rajutan. Selain itu, tas rajut yang dibuat dengan benang tipis atau motif renda (lace) yang berlubang besar wajib dilengkapi furing agar isi di dalam tas tidak terlihat jelas dari luar dan menjaga privasi Anda.
Bagaimana cara memasang furing pada tas rajut yang sudah ada resletingnya?
Memasang furing pada tas rajut yang sudah dilengkapi resleting memerlukan ketelitian ekstra agar jalannya kepala resleting tidak terhambat oleh kain. Langkah terbaik adalah menyisipkan lipatan tepi atas kain furing tepat di bawah pita resleting (zipper tape), sedikit di bawah barisan gigi resleting. Gunakan jarum jahit tangan untuk menjahit tepi furing tersebut ke pita resleting menggunakan tusuk balik atau tusuk slip yang rapat. Pastikan jarak antara lipatan furing dan gigi resleting berkisar antara 2 milimeter hingga 3 milimeter agar kepala resleting dapat bergerak lancar tanpa menyangkut pada serat kain furing. Lakukan uji coba dengan membuka dan menutup resleting beberapa kali setelah menjahit beberapa sentimeter untuk memastikan kelancarannya sebelum menyelesaikan seluruh jahitan di sekeliling mulut tas.
Diskusi komunitas
Bagikan pengalaman atau ajukan pertanyaan. Komentar ditinjau sebelum diterbitkan.